Sabtu, 17 Desember 2016

Makan Beef Grill di Cafe Guest Pekalongan.


Beef Grill harga 55rb belinya di Cafe Guest.
Alamatnya dijalan Pemuda Sebelah BNI Syariah,  depan Monumen
Rasa sama Harganya gak mengecewakan....
Dagingnya empuk rasane jos gandoss....
Bumbunya pass mantap dech pokoknya....


Senin, 12 Desember 2016

MUKIDI membuat heboh Pekalongan


Awal bulan, main-main ke kuliner Kajen yang satu ini unik namanya "MUKIDI"?!
Apa mukidi.. !!

menu yang tersedia disini yakni :
- mierica pedas tabok mb
- miekidi
- ayam jamprut
- kentang goreng
- sosis
- salad sayur
- chiken katsu
- ayam goreng tepung pedas
- pasta makaroni

Semua rata-rata harganya serba 10.000

Outlet Mukidi ada di jalan MANDUROREJO DEPAN KOPENDA
Buka jam 9 pagi sampai jam 10 malam.
mereka juga melayani Delivery order untuk pelanggan yang tidak datang ke outlet

Penasaran? Cobain saja ... uenak ...

Sumber : Novia Dachlan, kuliner Pekalongan Batang

Baca juga : Hangatnya Piscok Meler Lapangan Mataram

Selasa, 22 November 2016

Hangatnya Piscok Meler Lapangan Mataram Pekalongan

Bicara soal cokelat, sulit memisahkan dengan soulmatenya yaitu keju. Apalagi dengan buah yang paling akrab dengan coklat, yes, you're right, banana!!
Jadilah cemilan yang pas disantap ketika hangat, "Pisang coklat meler topping keju".

Mungkin di antara kita sudah sangat akrab dengan cemilan ini, tapi karena bulan ini review kulinernya tentang coklat, bolehlah saya mereview sedikit cemilan favorit saya ini. Pisang coklat meler yang suka disebut piscok meler ini saya beli dari penjual gerobakan, lokasi di tepi Lapangan Mataram, depan disdukcapil, buka sore mungkin sekitar jam 5 hingga malam hari.

Komposisinya terdiri dari pisang dan coklat batang yang dibalut kulit lumpia, lalu digoreng hingga kering, diberi taburan keju parut. Sepertinya tampak mudah ya, tapi jika bikin sendiri dan untuk konsumsi sendiri saya rasa modalnya lebih besar daripada kita beli matang, cuma seharga 10.000 untuk original tanpa keju dan 12.500 jika diberi topping keju, isi 5 pcs per kotak mika.


Mengenai rasa, saat pertama digigit panas-panas terasa ada coklat lumer meleleh di mulut, berpadu dengan legitnya pisang dan kulit lumpia yang krispi.. Hhmmm nagih beneeer, gak bisa brenti sebelum sekotak habis, apalagi kalo suasana hujan, lebih nyuuussss...


Mungkin temen-temen banyak menemukan di tempat lain, karena saya lihat bisnis ini sudah menjadi waralaba yang tersebar dimana-mana. Kalau ingin nyemil murah rasa mewah, mungkin ini bisa menjadi salah satu pilihannya. Selamat mencoba dan salam Kuliner Pekalongan Batang  


Sumber : Phoery Purwanti, Grup Kuliner Pekalongan Batang

Baca juga : Menikmati Seblak ala Bandung di Pekalongan.

Kamis, 17 November 2016

Ngemil Minet So yang Asli Pekalongan

Malem-malem pengen yang seger-seger, inget jaman SD dulu suka banget sama Minet So, langsung cuusss ke TKP, dengan merogoh kocek 2000 rupiah, sudah dapat semangkuk minet so...

Wooowww murah banget kan??? Walaupun murah, tapi  rasanya gak diragukan lho...
Minet SO termasuk makanan favorit saya dari dulu sampai sekarang.

Bagi yg mau coba lokasi di Jl. Jlamprang, Krapyak Gg.8, buka jam 5sore - 10 malam, tapi biasanya jam 9 sudah habis.
Murah cuma 2000 rupiah saja....

Monggo dicoba

Sumber : Dian Aryani Ukhti Munira, Grup Kuliner Pekalongan Batang

Keterangan Redaksi : Minet So hampir sama dengan seblak, terdiri atas kerupuk kuning dan putih dimasak dengan kuah, ditambah dengan mi dan so atau melinjo.

Baca juga : menikmati seblak ala bandung di Pekalongan

Segarnya Es Cokelat Pak Djan Pekalongan


Kemaren beli es cokelat Pak Djan yang ada di Jl. Kurinci, penasaran banget soalnya tiap kali lewat rame banget, pernah sore kesana kira-kira jam 2-an gitu, lah kok udah habis.

Saking penasarannya sampai besoknya dibela-belain siang2 meluncur kesana.

Nyessss.....satu gelas es cokelat gak terasa masuk tenggorokan. Rasanya kalo bagi saya agak terlalu manis, gak tau dari campuran susu apa santannya, tapi terasa menyegarkan di tengah terik panasnya kota Pekalongan. Di sediakan juga roti tawar buat pendamping minum es cokelat. Harga murah hanya 4.000 segelasnya, kalo roti tawar seribu aja.

Selain di Jl. Kurinci, ada juga di deket hotel Marlin, Pekalongan.

Sumber : Pipit Suryaningtyas, Grup Kuliner Pekalongan Batang

Baca juga : Hangatnya Piscok Meler Lapangan Mataram.

Rabu, 16 November 2016

Menikmati Seblak Ala Bandung Di Pekalongan


Seblak basah yang ini menurut saya rasanya paling pas dilidah.. Selain yang jual asli dari bandung juga tingkat kepedasan yang bisa by request. Warung yang berlokasi di kawasan kuliner mataram ini biasanya buka dari hari senin-sabtu dari jam 10 siang sampai sore. Disini kita bisa menikmati seblak basah di bawah pohon-pohon rindang di tepi lapangan mataram. Cocok untuk bercengkrama bersama rekan-rekan kerja atau keluarga di siang hari.

Untuk masalah harga, cukup membayar 5.000 untuk seblak basah biasa, 7.000 untuk seblak basah istimewa dan 8.000 jika mau tambah ceker ayam.

Untuk harga minuman pun relatif murah, cuma 2.000 untuk es teh nya. Nah, siapa yang ingin menjajal kuliner impor dari Bandung ini? :)

Sumber: Rini Purwaningsih, Kuliner Pekalongan Surabaya

Baca juga : ngemil minet so yang asli Pekalongan

Sabtu, 06 Februari 2016

Terang Bulan 8 Rasa Surabaya


Salah satu inovasi martabak markobar : 16 rasa!
Lagi booming terang bulan 8 rasa atau ada yang bilang martabak (manis) 8 rasa, gara-gara anak presiden Jokowi yang lagi bisnis martabak markobar, terus dibilangin kampungan sama salah satu haters mereka. Yang unik Kaesang dan Gibran malah menyikapi komentar kampungan itu dengan nada satire yang berefek pada ketertarikan orang-orang pada dagangan mereka. Ha ha... Termasuk aku malah penasaran sama martabak yang katanya kampungan itu.


Baca juga : Pasta Day at Papa Rons

Sayangnya di kotaku tercinta Surabaya ini (cielah...) mereka belum buka cabang. Tapi dari hasil risetku di google, sudah ada beberapa orang yang jualan terang bulan 8 rasa yang konsepnya mengadaptasi pizza ini. Di Surabaya Barat sendiri, terutama di daerah G-Walk Ruko Taman Gapura, ada beberapa penjual martabak dan terang bulan antara lain Volcano, Deli, dan Master Q. Namun yang menyediakan 8 rasa ini baru Volcano dan Deli. Nah, pas kesana aku sekilas lihat harganya, Deli lebih mahal karena untuk varian 8 rasa loyang kecil dibanderol harga 90 ribu, sementara loyang besar 105 ribu. 

Akhirnya aku memilih nyobain yang di Volcano. Ini dia hasil jeprat jepretku selama menunggu pesanan :
Penampakan outletnya (abaikan orang yang lagi menelepon :D)
Menu terang bulan original

Menu terang bulan yang berbagai rasa
Sebenarnya Terang Bulan Volcano ini juga menyediakan martabak, tapi karena lagi pengen terang bulan jadi aku skip aja menu martabaknya. Keunikan martabaknya adalah tambahan keju mozarella yang dikenai biaya tambahan 25 ribu, diluar harga martabaknya. Dan yang seru adalah pas ngintip proses pembuatannya, setelah martabak matang dan dipotong-potong, di atasnya diberi potongan keju mozarella yang kemudian dibakar pakai alat yang biasa dipakai untuk burn Creme Brulee. Jadinya mozarellanya banjir meleleh gitu... So yummy...

Tapi karena sudah dari awal bertekad untuk beli terang bulan, jadinya yah, martabak mozarellanya disingkirin dulu deh. Aku pesan terang bulan dengan adonan red velvet (tambah 5 ribu), lalu pilihan rasanya ditentukan yang masak. Harganya selisih 15 ribu kalau ingin menentukan toping terbulnya. Lagian karena ini baru percobaan pertama dan pilihan topingnya banyak bangettt... jadi aku serahin ke yang masak aja deh. 

Sayangnya pas menunggu pesenanku dibikinkan, kok ya hujan tiba-tiba turun. Deras pula. Dan ini berlangsung sampai pesananku selesai. Jadinya harus ngiler dulu nyium aroma martabak yang dipesan oleh meja sebelah plus aroma terbul pesenanku yang sudah jadi. Sewaktu liat kardus martabaknya yang kecil, aku mikir wah, ini ntar terbulku bakal tumpang tindih dong kalo harus ditumpuk-tumpuk biar muat. Eh ga taunya pas diantar oleh si mbak, kardusnya kayak kardus pizza, lebar banget dan gede. 

Begitu reda, langsung tancap gas ke rumah deh. Gak sabar mengeksekusi terbul yang (katanya) melegenda itu. Dan ini dia penampakannya :

Warna merahnya cantik sih. Sayangnya terbulnya udah mulai dingin waktu nyampe rumah. Tapi rasanya masih tetep enak. Diameternya 30 cm, jadi puas dimakan rame-rame. Karena orang rumah pada pengen ngincipin semua topingnya, jadi aku potong tiap toping kecil-kecil. Dan walaupun sudah dikeroyok oleh 5 orang, aku tetap kekenyangan makan terbul ini. Oya, toping yang aku dapatkan ini adalah : krim keju, selai blueberry, oreo, cha cha, keju, chocochip, selai stroberi, sama meises cokelat. Mungkin karena harganya lebih murah ketimbang menentukan topingnya sendiri, jadi sekilas kayaknya topingku ini dipilihkan yang murah-murah. Tapi it's okey... toh rasanya tetap maknyus... Apalagi bikin kenyang. Paduan rasa terbul red velvet dengan tiap toping juga enak. Jadinya pengen nyobain rasa yang lain macam blackforest atau green tea gitu. Terus martabak mozarellanya... Well, masuk list dulu aja deh. Terlalu banyak menu yang pengen dicoba dari Terang Bulan Volcano ini jadi aku bingung sendiri. Padahal kuliner Surabaya masih banyak juga yang butuh dieksplor. 

Nantikan aja icip-icipku berikutnya yah! 


Rasa : 8,5
Tempat : 7
Pelayanan : 6,5 (soalnya mbaknya pas aku tanya yang loyang besar ukurannya kira-kira seberapa jawabnya bikin ilfil banget : bisa jadi 10 potong mbak. Kalau 8 rasa, ya jadi 8 potong. *0*""
Repurchase : sure!!!


Baca juga : Pasta Day at Papa Rons